Seorang muslim tak akan pernah lepas dari ujian. Itulah yang difirmankan Allah dalam al quran bahwa Dia akan menguji keimanan seseorang. Ujian yang datang bisa hadir dalam berbagai bentuk, bisa berupa ujian dalam keluarga, ujian dalam keuangan, ujian hati, ataupun ujian fisik maksudnya sehat atau sakit.
Nah, untuk ujian yang terakhir ini, seringkali kita tidak sadar dan tidak sabar menghadapinya. Wujud tidak sadar, tidak sabar, atau tidak menerima biasanya hadir dalam ungkapan. Ya, keluhan….
Jadi teringat sebuah slogan, mensana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Memang benar, andaikan kita sehat maka kita bisa melaksanakan segenap aktifitas dengan pikiran jernih dan apabila kita memaknai aktifitas itu, maka bisa jadi lahirlah kekuatan ruh. Tergantung aktifitas dan niatnya juga sih…
Tapi bagaimana dengan jiwa yang sehat? Mampukah ia melahirkan kekuatan jasad??
Jawabannya YA,tentu saja. Apabila jiwa kita sehat, dalam artian RUH kita sehat, maka akan timbul suatu keyakinan dalam diri akan pertolongan Allah. Hal Inilah yang akan menyebabkan timbulnya suatu energi dalam diri untuk melakukan sesuatu meskipun dalam keadaan jasad yang tidak dianggap memungkinkan sekalipun.
Pernah ada suatu cerita, seorang ibu mengidap suatu penyakit dan divonis bahwa penyakitnya sudah mencapai taraf PARAH, tak bisa lagi disembuhkan. Namun dengan kesabaran serta keyakinan yang ia punya, ia tetap menjalani aktifitasnya seperti sebelum ia sakit.Penyakit yang terus menggerogotinya tak serta merta membuatnya lemah menghadapi hidup dan segala permasalahnnya. Orang di sekelilingnya pun terheran- heran dengan apa yang dilakukan ibu tersebut.
Allahushomad…
Mungkin sering kita melafalkannya dalam shalat. Tapi mampukah jasad yang sakit ini menjadikannya sebagai keyakinan, keyakinan bahwa Allah satu- satunya tempat MEMINTA. Meminta pertolongannya dalam menghadapi segala ujian hidup???
“Jika jiwa ini lemah maka raga/ jasad ini pun ikut lemah. Namun, jika jiwa ini lapang maka raga akan sanggup untuk mengikutinya.”(Bukan Hadist)
CCMIF. Wallahu ‘alam bishshawab